déjà vu

Saat Déjà Vu terjadi, Apakah Anda Sedang Mengingat Masa Lalu yang Terlupakan?

 

deja vu

 

Kata déjà vu bearasal dari bahasa perancis yang berarti ‘pernah melihat’. Kata ini pertama kali digunakan pada akhir abad kesembilan belas, dan dipakai untuk menggambarkan suatu fenomena yang paling membingungkan yang terkait dengan ingatan. Yaitu perasaan bahwa seseorang mengalami suatu situasi tertentu pada masa lalu , meskipun orang yang bersangkutan memiliki ingatan sadar tentang hal tersebut. Déjà vu biasanya terjadi secara spontan, tiba-tiba, dan tanpa ada tanda-tanda terlebih dahulu. Perasaan ini tidak bisa diramalkan, diantisipasi, atau didorong.

 

Déjà vu bisa menyebabkan seseorang merasa bingung atau khawatir akan kesehatan mental mereka. Namun, ini bukan sesuatu yang luar biasa, dan bukan juga berarti bahwa anda “kehilangan akal sehat”. Perasaan mengenal yang tidak bisa dijelaskan ini, kenyatannya mungkin merupakan hasil dari suatu interaksi elektronika tertentu didalam otak anda. Meskipun para ahli psikologi dan ahli ingatan masih belum dapat menyimpulkan sumber déjà vu, kita semua tahu bahwa sensasi semacam ini mungkin diaktifkan di bagian penghubung otak yang disebut LOBUS TEMPORAL.

 

Bertahun-tahun lamanya, fenomena déjà vu telah menjadi bahan perdebatan para psikolog dan psikiater. Mereka juga mengamati bahwa sensasi tersebut kerap terjadi setelah seseorang mengalami cedera di bagian lobus teporalis, dan sering dialami oleh penderita epilepsi lobus temporalis. Para ilmuwan saraf kemudian menemukan bahwa sensasi semacam itu bisa dimuculkan pada subyek-subyek yang sehat dengan memberikan stimulus listrik di daerah lobus temporal.

Lalu, bagaimana dengan déjà vu yang juga dialami oleh banyak orang (kemungkinan orang-orang yang sehat) tanpa menerima stimulus listrik pada otak mereka? Ada beberapa teori yang menjelaskan hal ini. Beberapa ahli psikologi percaya bahwa déjà vu seperi ini merupakan akibat dari terpecahnya ingatan, atau kombinasi elemen dari suatu situasi yang sedang berlangsung, yang karena satu alasan telah memicu munculnya suatu pengalaman masa lalu, yang tidak dapat dikenali oleh pikiran sadar. Sementara itu, ahli-ahli percaya bahwa déjà vu merupakan suatu proses penyimpangan indriawi, yaitu ketika otak salah menafsirkan suatu kesan yang baru dan menganggapnya sebagai kesan lama yang teringat kembali, lengkap dengan arti konteks dan perasaan akrab yang menyertai ingatan yang tegas. Meskipun demikian, beberapa ahli tetap berpendapat bahwa fenomena ini disebabkan oleh suatu keadaan sadar yang berlebihan yang menimbulakn disosiasi atau semi-pelepasan pikiran. Meskipun para ahli belum dapat memastikan apa pemicu terjadinya déjà vu, kejadian ini memberi gambaran betapa rumitnya ingatan kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s