Permasalahan Anak Usia Taman Kanak-Kanak

Setiap anak didik tidak jarang memiliki problematika atau permasalahan yang menimpanya. Baik anak didik dari jenjang usia TK-SD, SMP dan SMA. Nah Disini, kami akan menjelaskan secara lebih mengenai problematika atau permasalahan yang menimpa anak didik khususnya anak usia TK dan SD.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa permasalahan yang biasanya muncul pada anak TK dan SD yaitu:

A. Permasalahan Fisik

1. Masalah Motorik

Permasalahan motorik anak terdiri dari motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar merupakan keterampilan menggerakkan bagian tubuh secara harmonis dan sangat berperan untuk mencapai keseimbangan yang menunjang motorik halus. Permasalahan yang sering terjadi pada anak TK adalah anak masih labil atau sulit menggerakkan bagian tubuh secara harmonis. Misalnya: berjalan, berlari, menangkap dan melempar. Selain itu juga belum sempurnanya kordinasi dalam mengontrol motorik kasar, misalnya jika ditugaskan untuk berjalan tanpa menyentuh temannya.

Kemampuan motorik lainnya yang harus dikuasai anak TK adalah kemampuan motorik halus. Motorik halus merupakan keterampilan yang menyatu antara motorik halus dengan panca indera. Kesiapan mengkoordinasikan keseluruhan ini diperlukan untuk persiapan menulis, membaca dan sebagainya.

2.  Gangguan fungsi Pancaindra

Gangguan fungsi pancaindra yang banyak menimbulkan masalah pada anak TK adalah  gangguan pada indra penglihatan dan pendengaran. Gangguan penglihatan dapat disebabkan faktor biologis dan juga karena faktor lingkungan seperti pembiasaan. Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh infeksi pada telinga yang dibawa sejak lahir, atau karenakebersihan lubang telinga yang tidak terjaga. Selain itu juga karena lingkungan yang terlalu bising atau terlalu berbisik-bisik.

3.  Cacat Tubuh

Cacat pada tubuh ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian yang sangat tampak diantaranya pada tangan, kaki dan wajah. Cacat pada tubuh diindikatorkan berupa ketidakmampuan anak untuk melakukan aktivitas yang menggunakan anggota tubuh seperti tangan dan kaki seperti  memakai pakaian, memegang benda, mengepal, meloncat, berjinjit dll. Termasuk permasalahan yang sering diamati adalah kidal pada anak. Cacat pada wajah biasanya muncul dikarenakan anak memiliki bibir sumbing, gigi tongos, mata yang berbeda dengan mata anak yang normal, dsb. Hal ini bisa berpengaruh terhadap perkembangan konsep diri anak sebab biasanya anak-anak ini akan merasa sangat malu dan rendah diri karena diejek dan disingkirkan oleh teman-temannya.

4. Kidal

Kidal seringkali dikategorikan sebagai ketidakmampuan anak dalam menggunakan tangan kanan, tetapi kidal juga muncul karena kebisaaan anak dalam menggunakan tangan kirinya.Pada anak yang penyebabnya hal tersebut jika dipakasakan maka umumnya akan mengalami gangguan bicara.

5.  Masalah Berbahasa

Berbahasa merupakan keterampilan dalam mendengarkan, berbicara, membaca dan  menulis. Untuk anak usia TK, keterampilan yang diutamakan adalah mendengaran dan berbicara. Masalah berbahasa yang dialami anak usia Taman Kanak-kanak berawal dari ketidakmampuan mendengar dan memahami bahasa lisan yang diucapkan orang-orang di sekelilingnya. Permasalahan tersebut salah satunya juga disebabkan berbedanya budaya di sekitar kita yang tidak membiasakan orang untuk mengekspresikan perasaannya karena hal itu dianggap sebagai sasuatu yang memalukan. Kebudayaan tersebut mengakibatkan anak-anak kita tidak mampu mampu mengutarakan isi hatinya dengan kalimat-kalimatnya, kemudian bicaranya juga belum jelas serta ada juga yang mengalami masalah gagap.

6. Gagap ( Stuttering)

Anak yang menderita gagap tidak dapat berkomunikasi secara wajar. Wajar disini mengandung pengertian normal, jelas dan tidak tersendat sendat. Gejala yang sering diperlihatkan dengan gagap adalah sering mengulang atau memperpanjang suara suku kata atau kata-kata, dan sering terjadi keraguan dan penghentian bicara sehingga mengganggu arus irama bicara. Penyebab gagap biasanya terjadi karena adanya pemaksaan menggunakan tangan kanan pada anak kidal, nervous (gugup) biasanya anak-anak yang cenderung introvert dan anak-anak yang kurang mampu mengadakan hubungan intrepersonal dan sosial serta tidak percaya diri, Kurang seimbanganya  dorongan berbicara dengan kecepatan berpikir.

B. Permasalahan Psiko-Sosial

Perkembangan psikis dan sosial anal-anak erat hubungannya dengan perkembangan jati diri anak. Permasalahan psiko-sosial anak bisa berasal dari dalam diri anak itu sendiri maupun yang berhubungan dengan orang lain. Permasalahan psiko-sosial yang terjadi anak anak usia taman Kanak-kanak bukan merupakan hal yang permanen. Hal ini perlu kita maklumi karena anak-anak usia TK proses berpikirnya masih dalam periode pra-operasional dimana anak masih sangat dominan dengan sifat egosentrisnya.

 Masalah Sosio-Emosional anak

Permasalahan sosio-emosional yang terjadi pada anak-anak usia Taman Kanak kanak termasuk permasalahan psikologis. Permasalahan sosio-emosional anak juga berasal dari dalam dirinya dan berhubungan dengan orang lain. Masalah-masalah sosio-emosional anak TK antara lain:

  1. Ketakutan

Biasanya disebabkan beberapa hal diantaranya adanya cerita-cerita seram dan menakutkan, takut pada gelap karena membayangkan hal-hal yang seram, peniruan dari orang dewasa misalnya takut pada ulat, takut pada hantu, yang dikarenakan kesalahan mendidik pada orang tua.

Setiap anak memiliki rasa takut, namun jika berlebihan dan tidak wajar maka perlu diperhatikan. Rasa takut anak TK biasanya terhadap hewan, serangga, gelap, dokter atau dokter gigi, ketinggian, monster, lamunan, sekolah, angin topan, dll.

Penyebab anak memiliki rasa takut :

  1. Intelegensi (anak-anak yang tingkat intelegensi tinggi cenderung punya rasa takut yang sama dengan anak yang berusia lebih tua, demikian pula sebaliknya).
  2. Jenis kelamin (anak perempuan lebih takut dibanding laki-laki karena lingkungan sosial lebih menerima rasa takut perempuan).
  3. Keadaan fisik (anak cenderung takut bila dalam keadaan lelah, lapar atau kurang sehat).
  4. Urutan kelahiran (anak sulung cenderung lebih takut karena perlindungan yang berlebihan).
  5. Kepribadian anak (anak yang kurang memperoleh rasa aman cenderung lebih penakut).
  6. Trauma yang dialami anak-anak, seperti ; tabrakan mobil, angina topan, bencana alam, dll.
  7. pola asuh orang tua yang menghidupkan rasa takut anak seperti ; paksaan, hukuman, ejekan, ketidakperdulian, dan pelindungan diluar batas.
  1. Pemalu

Adalah reaksi emosional yang tidak menyenangkan, yang timbul pada seseorang, akibatnya adanya penilaian negatif terhadap dirinya.

Ciri anak pemalu adalah :

  1. Kurang berani bicara dengan guru atau orang dewasa
  2. Tidak mampu menatap mata orang lain ketika berbicara
  3. Tidak bersedia untuk berdiri di depan kelas
  4. Enggan bergabung dengan anak-anak lain
  5. Lebih senang bermain sendiri
  6. Tidak berani tampil dalam permainan
  7. Membatasi diri dalam pergaulan
  8. Anak tidak banyak bicara
  9. Anak kurang terbuka

Penyebab anak pemalu :

  1. Keadaan fisik
  2. Kesulitan dalam bicara
  3. Kurang terampil berteman
  4. Harapan orang tua yang terlalu tinggi
  5. Pola asuh yang mencela
  1. Kecemasan

Kecemasan merupakan keadaan emosi yang tidak menyenangkan yang meliputi interpretasi subyektif dan rangsangan fisiologis, misalnya bernafas lebih cepat, jantung berdebar-debar dan berkeringat dingin (Ollendick, dalam Rita Eka Izzaty:2005). Kecemasan ini timbul pada situasi sebagai reaksi emosi sementara yang timbul pada situasi tertentu yang dirasakan sebagai suatu ancaman. Pada umumnya kecemasan pada anak-anak usia TK berangsur-angsur akan berkurang seiring bertambahnya usia anak. yang dialami anak-anak Taman Kanakkanak ditunjukkan dengan keadaan emosi yang tidak menyenangkan yang timbul ketika diri merasa tidak aman. Gejala ini disebabkan antara lain karena perilaku orang tua yang terlalu protektif dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan disekitarnya.

C. Autisme

Autisme merupakan gangguan terhadap perkembangan anak yang ditandai dengan anak tidak menguasai kemampuan untuk melakukan interaksi sosial yang timbal balik, tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, serta munculnya perilaku, minat, ataupun aktivitas yang stereoptik. Gejala yang muncul pada anak-anak autisme adalah;

Komunikasi; perkembangan bahasa lambat atau sama sekali tidak ada, kadang-kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai dengan artinya.

interaksi sosial; suka menyendiri, tidak ada kontak mata, tidak tertarik untuk bermain dengan teman lainnya.

Gangguan sensoris; sangat sensitive terhadap sentuhan, suara keras, cahaya terang dsb.

Pola bermain; tidak kreatif, tidak imajinatif. Prilaku; hiperaktif, sering marah tanpa alasan yang jelas, tidak suka pada perubahan, suka menyerang.

Emosi; marah-marah, tertawa-tertawa, menangis tanpa alasan yang jelas,jika dilarang.

Penyebab austisme pada anak disebabkan beberapa hal diantranya

adalah ketidakpedulian orang tua pada saat mengandung sehingga terjadi kerusakan metabolik, penyimpangan terhadap kromosom, komplikasi saat prenatal seperti ibu mengalami penyakit rubella, TBS tulang dsb. Atau juga terjadi karena pendarahan pada saat kehamilan, keracunan makanan, virus, polusi, jamur, dsb.

D. Hiperaktif

Hiperaktif sebagai salah satu bagian dari Attention Deficit Disorder (ADD) dikategorikan pada gangguan yang memiliki ciri-ciri keaktifan yang berlebihan. Anak hiperaktif biasanya mengalami kesukaran dalam memusatkan perhatian pada jangka waktu tertentu, jangka waktu perhatiannya sangat pendek, mudah terganggu perhatian dan pikirannya, tidak tenang, tidak bisa mengontrol diri, banyak bicara, serta tindakannya tidak bertujuan, tidak mampu berkonsentrasi terhadap suatu objek tertentu.Terdapat 3 kategori anak-anak yang memiliki gangguan hiperaktivitas ini yaitu tidak dapat memusatkan perhatian (Innatention), menurutkan kehendak (Impulsivitas) dan hiperaktivitas. (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder III).

 

E.  Ngompol (enuresis)

Ngompol dianggap gangguan jika anak sudah berusia lebih dari 3 tahun. Biasanya terjadi pada malam hari (nocturnal) tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada siang hari (Diurnal). Faktor penyebab ngompol adalah; kelainan fungsi fisiologis pada vesica urinaria dan urethra, lubang kencing sempit, epilepsi, tidur yang terlalu nyenyak, ketidakmatangan fisiologis jaringan syaraf otonom akibatnya ketidakmampuan kandung kemih untuk menyimpan air kencing menjadi kurang, gangguan tingkah laku, gangguan emosional, regresi kearah stadium, penelantaran toilet training, intelegensi rendah, dan keturunan.

 

F. Berbohong

Penyebab berbohong diantaranya adalah kekasaran dan kekerasan para orang tua dan para pendidik sehingga mereka berdusta agar terhidar dari hukuman, peniruan dari orang dewasa, kesadaran anak akan kekurangan dirinya sehingga mendorongnya untuk berbohong, karena ingin dipuji, karena imajinasinya.

G. Mencuri

Penyebab anak mencuri diantaranya dalah; tidak terpenuhinya kebutuhan secara materil, kecintaan anak untuk melakukan petualangan dalam menaklukan karena petualangan yang heroik, peniruan, cemburu dan dendam, rasa kepemilikian yang tinggi terhadap barang orang lain.

H. Agresif

Agresivitas merupakan tingka laku menyerang baik secara fisik maupun verbal atau berupa ancaman yang disebabkan karena adanya rasa permusuhan. Penyebab anak agresif diantaranya karena terkekang, reaksi emosi terhadap frustasi karena dilarang melakukan sesuatu, peniruan dari orang dewasa.

Gejala anak yang agresif :

  1. Sering mendorong, memukul, atau berkelahi.
  2. Menyerang dengan menggunakan kaki, tangan, tubuhnya untuk mengganggu permainan yang dilakukan teman-teman.
  3. Menyerang dalam bentuk verbal seperti ; mencaci, mengejek, mengolok-olok, berbicara kotor dengan teman.
  4. Tingkah laku mengganggu muncul karena ingin menunjukkan kekuatan kelompok. Biasanya melanggar aturan atau norma yang berlaku di sekolah seperti; berkelahi, merusak alat permainan milik teman, mengganggu anak lain.

Penyebab anak agresif

  1. Pola asuh yang keliru (melakukan kekerasan terhadap anak, otoriter terhadap anak dan terlalu protektif, terlalu memanjakan anak (orang tua selalu mengijinkan atau membenarkan permintaan anak)
  2. Reaksi emosi terhadap frustasi (banyaknya larangan yang dibuat guru atau orang tua (kecemasan yang berlebihan), sementara anak melakukan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhannya).

Permasalahan anak usia sekolah dasar

A. Permasalahan Fisik

1. Penyakit

Karena vaksin terhadap sebagian besar penyakit anak-anak sekarang mudah didapat,maka penyakit yang diderita anak-anak terutama jarang menimbulkan akibat fisik yang lama.Tetapi,akibat psikologis dari penyakit adalah serius.Penyakit mengganggu keseimbangan tubuh yang menyebabkan anak mudah marah dan menuntut.Kalau penyakitnya berlangsung lama,maka anak akan tertinggal dalam pelajaran sekolah dan dalam ketrampilan bermain.Orang tua juga menjadi kurang sabar,mengeluh tentang bertambahnya tugas dan biaya akibat  penyakit anak.Beberapa penyakit merupakan penyakit khayalan atau “palsu”.

2.Kegemukan

Kegemukan pada anak yang lebih besar dapat di sebabkan karena kondisi kelenjar,tetapi lebih sering disebabkan kebanyakan makan,terutama kebanyakan karbohidrat.Penelitian terhadap anak gemuk menunjukkan bahwa anak makan lebih cepat, gigitannya lebih besar dan lebih cepat menghabiskan makanan dan minta tambah lagi,dibandingkan dengan teman seusianya yang lebih langsing.Apapun penyebabnya, kegemukan merupakan bahaya fisik tidak saja bagi kesehatan tetapi juga bagi sosialisasinya.Anak gemuk sulit mengikuti kegiatan bermain sehingga kehilangan kesempatan untuk mencapai ketrampilan-ketrampilan yang penting untuk keberhasilan sosial.

 

3.Bentuk tubuh yang tidak sesuai

Anak perempuan yang bentuk tubuhnya kelaki-lakian dan anak laki-laki yang penampilan fisiknya seperti perempuan sering dicemooh oleh teman-teman dan dikasihi oleh orang-orang dewasa.Akibatnya,penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial cenderung memburuk,terlebih lagi anak laki-laki.Sebaliknya bentuk tubuh yang sesuai dengan seksnya membantu penyesuaian diri yang baik.

4.Kecelakaan

Sekalipun kecelakaan tidak meninggalkan bekas-bekas fisik,namun kecelakaan itu dapat meninggalkan bekas psikologis.Anak yang lebih besar sebagaimana halnya dengan anak yang lebih muda,yang lebih sering mengalami kecelakaan biasanya lebih hati-hati.Keadaan ini dapat menyebabkan rasa takut terhadap semua kegiatan fisik.

5.Ketidakmampuan fisik

Banyak ketidakmampuan fisik merupakan akibat dari kecelakaan.Besarnya pengaruh dari akibat ini bergantung pada derajat ketidakmampuan dan pada cara perlakuan teman-teman,terutama teman sebaya.Kebanyakan anak menjadi terhambat dan merasa canggung di dalam situasi-situasi sosial, sehingga penyesuaian sosial menjadi buruk dan ini selanjutnya mempengaruhi penyesuaian pribadi.

6.Kecanggungan

Kalau anak mulai membanding-bandingkan diri dengan teman-teman seusia, ia sering mendapatkan bahwa kecanggungan dan kekakuan menghalanginya untuk melakukan apa yang dilakukan teman-teman. Akibatnya anak mulai memandang diri kurang dari teman-teman sebaya dan bernasib buruk..Ini mendorong perasaan tidak mampu yang dapat menjadi dasar untuk kompleks rendah diri.

7.Kesederhanaan

Banyak anak-anak yang sederhana relatif kurang mempedulikan penampilan mereka kecuali kalau keadaan sangat tidak menarik sehingga menimbulkan komentar yang kurang menyenangkan dari teman-teman atau menyebabkan penolakan oleh teman-teman. Tetapi,kesederhanaan dapat dan sering merupakan bahaya bilamana orang-orang bereaksi kurang baik dan mengemukakan perasaan dalam cara memperlakukan anak yang sederhana. Anak menafsikan sikap demikian sebagai penolakan ,suatu penafsiran yang dapat menimbulkan akibat buruk pada perkembangan konsep diri. Sebaliknya,guru-guru cenderung menilai pekerjaan anak yang menarik lebih baik daripada pekerjaan anak yang kurang menarik, dan memberi nilai yang lebih tinggi dari seharusnya.Clifford menunjukkan bahwa di sekolah “anak yang menarik mempunyai banyak keuntungan daripada anak yang tidak menarik”

B. Permasalahan Psikologis

 1. Bahaya dalam Berbicara                                                                         

Ada empat bahaya berbicara yang umum:

1.Kosa kata yang kurang dari rata-rata menghambat tugas-tugas disekolah dan menghambat komunikasi dengan orang-orang lain

2.Kesalahan dalam berbicara, seperti salah ucap dan kesalahan tata bahasa, cacat dalam bicara seperti gagap atau pelat, akan membuat anak menjadi sangat sadar diri sehingga anak hanya akan berbicara bilamana perlu

3.Anak yang mempunyai kesulitan berbicara dalam bahasa yang digunakan di lingkungan sekolah akan terhalang dalam usaha untuk berkomunikasi dan mudah merasa bahwa ia berbeda

4.Pembicaraan yang bersifat egosentris,yang mengkritik dan merendahkan orang lain, dan yang bersifat membual akan ditentang oleh teman-teman

2.Bahaya Emosi

Anak akan dianggap tidak matang baik oleh teman-teman sebaya maupun orang-orang dewasa, kalau ia masih menunjukkan pola-pola ekspresi emosi yang kurang menyenangkan, seperti amarah yang meledak-ledak, dan juga bila emosi yang buruk seperti marah dan cemburu masih sangat kuat sehingga kurang disenangi oleh orang-orang lain.

3.Bahaya Sosial

Terdapat lima jenis anak yang penyesuainnya dipengaruhi oleh bahaya sosial.Pertama,anak yang ditolak atau diabaikan oleh kelompok teman-teman akan kurang mempunyai kesempatan untuk belajar bersifat sosial. Kedua ,anak yang terkucil, yang tidak memiliki persamaan dengan kelompok teman-teman akan menganggap dirinya “berbeda” dan merasa tidak mempunyai kesempatan untuk diterima oleh teman-teman. Ketiga, anak yang mobilitas sosial dan grafisnya tinggi mengalami kesulitan untuk diterima dalam kelompok yang sudah terbentuk.Keempat,anak yang berasal dari kelompok ras atau kelompok agama yang terkena prasangka .Dan kelima,para pengikut yang ingin menjadi pemimpin kemudian anak yang penuh dengki dan tidak puas

4.Bahaya Bermain

Anak yang kurang memiliki dukungan sosial akan terasa kekurangan kesempatan untuk mempelajari permainan dan olahraga yang penting untuk menjadi anggota kelompok. Anak yang dilarang berkhayal  karena atau dilarang melakukan  kegiatan  kreatif  dan  bermain akan mengembangkan kebiasaan penurut yang kaku.

5.Bahaya dalam Konsep Diri

Anak yang mempunyai konsep diri yang ideal biasanya merasa tidak puas pada diri sendiri dan tidak puas pada perlakuan orang lain. Dia cenderung berprasangka dan bersikap diskriminatif dalam memperlakukan orang lain ,karena konsepnya berbobot emosi  maka itu cenderung menetap dan terus memberikan pengaruh buruk pada penyesuaian sosial anak.

6.Bahaya Moral

Ada enam bahaya yang umumnya dikaitkan dengan perkembangan sikap moral :

1.Perkembangan kode moral bedasarkan konsep teman-teman atau berdasarkan konsep-konsep media massa tentang benar dan salah

2.Tidak berhasil mengembangkan suara hati sebagai pengawas dalam terhadap tingkah perilaku

3.Disiplin yang tidak konsisten membuat anak tidak yakin akan apa yang sebaiknya dilakukan

4.Hukum fisik merupakan contoh agresivitas anak

5. Tidak sabar terhadap perbuatan orang lain yang salah

7.Bahaya yang Menyangkut Minat

Ada dua bahaya yang umum dihubungkan minat masa kanak-kanak :

1.Tidak berminat pada hal-hal yang di anggap penting oleh teman-teman sebaya

2.Mengembangkan sikap yang kurang baik terhadap minat yang dapat bernilai bagi dirinya

8.Bahaya dalam Penggolongan Peran Seks

Yaitu kegagalan untuk mempelajari organ-organ peran seks yang dianggap pantas oleh teman-teman sebaya ,dan ketidakmauan untuk melakukan peran seks yang disetujui.

7.Bahaya Hubungan Keluarga

Pertentangan dengan anggota-anggota keluarga mengakibatkan dua hal yaitu melemahkan ikatan keluarga dan menimbulkan kebiasaan pola penyesuaian yang buruk,serta masalah-masalah yang dibawa keluar rumah.

8.Bahaya dalam Perkembangan Kepribadian

Ada dua bahaya yang serius dalam perkembangan kepribadian Pertama,perkembangan konsep diri yang buruk yang mengakibatkan penolakan diri,dan kedua egosentrisme yang merupakan lanjutan dari awal masa kanak-kanak.

Pada garis besarnya faktor-faktor timbulnya masalah belajar pada murid usia Kanak-Kanak dan SD tersebut dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu:

a.Faktor-faktorinternal
1. Gangguan secara fisik, seperti kurang berfungsinya organ-organ perasaan, alat bicara, gangguan panca indera, cacat tubuh, serta penyakit menahun.
2. Ketidakseimbangan mental seperti menampakkan kurangnya kemampuan mental

3. Kelemahan emosional, seperti merasa tidak aman, kurang bisa menyusuaikan diri, tercekam rasa takut, benci dan antipati, serta ketidak matangan emosi.
4. Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap yang salah, seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah malas dalam belajar, dan sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran.

5. Penyebab yang ditimbulkan dari faktor psikis diantaranya adalah kecerdasan, ingatan, perasaan, kemauan.
b. Faktor-faktor eksternal

1. Sekolah, antara lain:

  • Sifat kurikulum yang kurang fleksibel
  •  Terlalu berat beban belajar (murid) dan untuk mengajar (guru)
  •  Metode mengajar yang kurang memadai
  •  Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar.

2. Keluarga (rumah), antara lain:

  •  Keluarga tidak utuh atau kurang harmonis
  •  Sikap orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya
  •  Keadaan ekonomi.

3.Faktor lingkungan lain yang membuat anak enggan atau malas untuk belajar dan untuk sekolah ( Masyarakat, teman sebaya, media, )

Dari setiap permasalahan dan problematika yang menimpa anak usia TK dan SD tentunya harus ada penanganan sedini mungkin, sesegera mungkin sehingga permasalahan tersebut tidak akan menjadi beban bagi di murid secara terus menerus sehingga dapat mempengaruhi proses belajarnya disekolah. Sedangkan penanganan problematika tersebut dapat diselesaikan dan dapat dilakukan segera oleh para pendidik / guru, tentunya dibantu dan didukung oleh pihak-pihak yang terkait. Seperti orangtua, keluarga dan masyarakat.

Daftar Pustaka

 

Hurlock,Elizabeth B.1980..Psikologi Perkembangan.Jakarta:Erlangga.

Supriatna, Yatna. 26 November 2008. Permasalahan anak TK. (Online), (http://yatna234.blogspot.com/2008/11/permasalahan-anak-tk.html/  , diakses 31 Agustus 2012).

Hayati, Nur. 2012. Permasalahan anak usia Taman Kanak-kanak. (Online), (http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/PPM%20di%20Giripurwo.pdf ,diakses 31 Agustus 2012).

Christianti, Marta. 11 Maret 2008. Permasalahan anak di Taman Kanak-kanak. (Online), (http://marthachristianti.wordpress.com/2008/03/11/permasalahan-anak-di-taman-kanak-kanak/, diakses 31 Agustus 2012).

Maryanto, Lilik. 4 Juni 2012. Permasalahan anak  Sekolah Dasar (Online), (http://li2kmaryanto.blogspot.com/2012/06/permasalahan-anak-sekolah-dasar.html, diakses 2 September 2012).

 

Iklan

One comment on “Permasalahan Anak Usia Taman Kanak-Kanak

  1. Artikel yang menarik dan lengkap tentang permasalahan anak usia dini, dapat dijadikan rujukan dan bahan untuk kajian dan tulisan selanjutnya tentang pendidikan anak usia dini. Terimakasih sudah dibagi dan disare. salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s