AGROINDUSTRI BIODISEL DARI ALGAE

Dalam “retret”nya bersama para menteri di Losari, Jawa Tengah, baru-baru ini, Presiden SBY kembali menekankan, pentingnya produksi bahan bakar nabati, termasuk biodisel. Sebab kenaikan harga BBM di tingkat dunia, telah mengakibatkan adanya krisis energi global. Biodisel dan mathanol menjadi alternatif energi dalam jangka waktu dekat ini. Biodisel adalah bahan bakar yang terbuat dari minyak (lemak) nabati maupun hewani. Istilah minyak nabati, digunakan untuk membedakannya dari minyak asiri, lateks, resin, dan methanol, yang kesemuanya merupakan bahan dari tumbuhan. Minyak nabati dan methanol adalah bahan nabati, yang berpotensi untuk menjadi substitusi atau malahan pengganti bahan bakar minyak (BBM).

Sejak kenaikan harga pada akhir tahun 2005, konsumsi BBM konvensional di AS menurun sekitar 30%. Meskipun penurunan tingkat konsumsi BBM di AS, sebenarnya sudah terjadi sejak peristiwa 11 September 2001. Sejak itu volume dan frekuensi penerbangan di AS memang turun drastis. Turunnya konsumsi BBM di AS tahun 2006 ini, di lain pihak telah diikuti oleh kenaikan harga methanol. Sebab komoditas ini mulai diserap untuk bahan bakar alternatif. Salah satu bahan nabati di AS, yang tersedia dalam volume besar dan murah, untuk diolah menjadi methanol adalah jagung. Selama ini jagung adalah bahan pakan ternak utama. Itulah sebabnya beberapa bulan terakhir ini harga jagung di AS dan juga pasar dunia mengalami kenaikan.

Baca lebih lanjut