HAMA – HAMA PADA TANAMAN BUDIDAYA

1. Hama pada Tanaman Adas
Plusia orichalsea F. merupakan hama utama pada tanaman adas, yaitu berupa ngengat berwarna cokelat kusam. Selain itu, ada pula kepik pengisap Ragunus sp. Dan ulat jengkol (Nyctamera coleta). Hama – hama tersebut sangat menyukai daun adas. Bila terjadi serangan cukup berat, tanaman dapat menjadi gundul. Pengendalian hama ini dilakukan dengan insektisida Catbaryl diclorvos dan Fanitrothion.

2. Hama pada Tanaman Bangle
Hama yang sering menyerang tanaman bangle adalah Othreis fullonia. Jenis hama ini menyerang daun sehingga daun menjadi gundul. Untuk mengatasi serangan hama Othreis fullonia disarankan menggunakan insektisida yang berisfat racun kontak, seperti dikhlorovos dan khlorfirivos dengan cara penyemprotan 2 kali seminggu sebelum panen.

3. Hama pada Tanaman Brotowali
Hama yang sering menyerang tanaman Brotowali adalah ulat pemakan daun (Othreis fullonia). Adanya serangan hama ini ditandai gundulnya tanaman karena daun – daun rontok. Keadaan ini akan menghambat pertumbuhan tanaman. Penanggulangan hama ini dilakukan dengan insektisida racun kontak dan penyemprotan dilakukan 2 minggu sebelum panen.

4. Hama pada Tanaman Cabai Jawa
Hama yang banyak menyerang cabai jawa adalah dari golongan nematoda. Untuk mencegah gangguan terhadap nematoda atau hama dapat digunakan insektisida sistemik dengan dosis sesuai anjuran. Hama – hama cabai merah biasanya adalah Ulat grayak, Ulat bawang dan kutu daun. Tetapi hama tersebut memiliki musuh alami, misalnya : Kumbang Koksi, Kumbang Paederus, dan Laba – laba yang berperan sebagai parasit dan predator hama tersebut.

5. Hama pada Tanaman Cincau Hitam
Salah satu hama yang sering menyerang tanaman cincau hitam adalah ulat daun (Nyctamera coleta). Gejala yang dialami jika terserang hama tersebut adalah daun robek atau berlubang – lubang. Untuk mengendalikan ulat daun sebaiknya penyemprotan pestisida seintensif mungkin dengan menggunakan Azodrin, Tamaron, atau Benlate.


6. Hama pada Tanaman Daun Dewa
Hama yang sering menyerang tanaman daun dewa adalah ulat jengkol (Nyctamera coleta) dan kumbang Psylliodes sp. Ulat jengkol memakan daun sampai habis dan yang tersisa hanyalah tulang daunnya. Sementara serangan kumbang mengakibtakna daun – daun menjadi berlubang – lubang. Untuk mengurangi serangan hama tersebut dilakukan pemangaksan pada daun – daun yang rusak, berlubang – berlubang, dan daun yang menyentuh tanah. Apabila terjadi ledakan hama, maka perlu digunakan insektisida sintetis seperti dikhlorvos dan fentrotion dengan dosis 1 ml atau gram per liter.
7. Hama pada Tanaman Jahe
Lalat rimpang merupakan hama primer yang menyerang tanaman jahe umur 5 bulan. Tanaman yang diserang menunjukkan gejala layu dan kering, sedangkan kulit rimpang rusak. Dari luar rimpang terlihat utuh, tetapi bila dibuka didalamnya lapuk. Pencegahan serangan hama ini dilakukan dengan perlakuan bibit, yaitu dengan seleksi bibit yang sehat dan seed treatment dengan Agrimisin.

8. Hama pada Tanaman Kapulaga Lokal dan Kapulaga Sabrang
Kadang – kadang kapulaga diserang pula oleh kutu daun, ulat pemakan daun, penggerek akar, penggerek batang, serta rayap.

9. Hama pada Tanaman Kayu Manis
Serangan hama kumbang Rynchytes sp. menyebabkan mati pucuk. Pengendalian jenis hama ini dilakukan dengan Azodrin EC dengan dosis sesuai anjuran.

10. Hama pada Tanaman Kemukus
Serangan hama biasanya terjadi pada hasil panen, yaitu terhadap biji kemukus oleh Stegobium sp. Pengendalian terhadap hama ini dilakukan dengan penyimpanan hasil panen dengan baik.

11. Hama pada Tanaman Kunyit
Hama Penggerek rimpang merupakan hama yang menyukai tunas – tunas yang baru tumbuh. Gejala serangan menunjukkan pada daun tampak kuning, kemudian luruh. Apabila tanaman dibongkar maka rimpang akan tampak seperti dikerat. Pengendalian hama tersebut dilakukan dengan Furadan sesuai dengan dosis anjuran.

12. Hama pada Tanaman Lada
Hama utama tanaman lada adalah penggerek batang (Lophobaris piperis Mars.). Seranggadewasa akan menyerang bunga, buah, pucuk daun, dan cabang muda. Kerusakan terberat bila larvanya menyerang batang dan cabang yang menyebabkan kematian bagian atas batang atau cabang yang terserang. Hama pengisap buah lada (Dasynus piperis chin.) merupakan hama lain yang menyerang tanaman lada. Akibat serangan tersebut menyebabkan buah lada hampa (tak berisi).

13. Hama pada Tanaman Pala
Hama yang sering menyerang batang tanaman pala adalah Batocera hercules yaitu sejenis kumbang. Bagian batang yang diserang terlihat ada bagian yang berlubang – lubang dengan ukuran 2 ½ – 3 cm. Pengendalian hama ini dilakukan dengan menyemprotkan beberapa tetes Swlvelkoolstof ke dalam lubang – lubang gesekan dan lubang pada tanaman ditutup dengan sepotong kayu sehingga gas tetap berada di dalam lubang.

14. Hama pada Tanaman Apel
Hama yang sering menyerang tanaman apel adalah kutu daun hijau (Aphis pomi) dan kumbang daun.
15. Hama pada Tanaman Temulawak
Hama sering yang menyerang Temuireng adalah adalah hama daun dan penggerek batang. Penanggulangannya dengan menyemprotkan insektisida sesuai dengan tingkat penyerangan.

16. Hama pada Tanaman Anggrek
Hama yang sering menyerang tanaman anggrek adalah kutu gajah. Berdasarkan kajian jamur B. bassiana efektif mengendalikan hama walang sangit, wereng batang coklat, dan kutu (Aphids sp). Akan tetapi, bukan tidak mungkin akan efektif bila diuji coba pada serangga-serangga hama anggrek seperti kutu gajah.

17. Hama pada Tanaman Akasia
Salah satu hama yang sering tanaman akasia adalah belalang juta. Belalang juta mampu memakan anggaran tumbuhan hijau seberat jisim badan mereka setiap hari, yaitu daun, bunga, kulit kayu, batang, buah, dan benih.

18. Hama pada Tanaman Rumput Ragut
Salah satu hama yang sering tanaman rumput ragut adalah belalang juta. Belalang juta mampu memakan anggaran tumbuhan hijau seberat jisim badan mereka setiap hari, yaitu daun, bunga, kulit kayu, batang, buah, dan benih.

19. Hama pada Tanaman Barli
Salah satu hama yang sering tanaman Barli adalah belalang juta. Belalang juta mampu memakan anggaran tumbuhan hijau seberat jisim badan mereka setiap hari, yaitu daun, bunga, kulit kayu, batang, buah, dan benih.

20. Hama pada Tanaman Pine
Salah satu hama yang sering tanaman pine adalah belalang juta. Belalang juta mampu memakan anggaran tumbuhan hijau seberat jisim badan mereka setiap hari, yaitu daun, bunga, kulit kayu, batang, buah, dan benih.

21. Hama pada Tanaman Tebu
Salah satu hama yang sering tanaman tebu adalah belalang juta. Belalang juta mampu memakan anggaran tumbuhan hijau seberat jisim badan mereka setiap hari, yaitu daun, bunga, kulit kayu, batang, buah, dan benih.

22. Hama pada Tanaman Duku
Hama yang sering menyerang tanaman duku adalah Kutu putih (Pseudococcus lepelleyi) yang sering menyerang daun pupus (muda) dan penggerek buah duku (Curcilio sp.) yang menyebabkan buah berlubang dan gugur sebelum masanya. Serangga pengisap cairan (Helopeltis sp.) yang menyebabkan penyakit cakar ayam pada tanaman duku.

23. Hama pada Tanaman Durian
Hama utama tanaman durian adalah penggerek batang dan penggerek buah. Selain itu hama berbahaya yang lainnya adalah kutu daun berwarna kuning dan kutu kapas berwarna putih.

24. Hama pada Tanaman Lengkeng
Hama yang sering menyerang tanaman Lengkeng adalah serangga penghisap buah (Tessaratoma javanica). Selain itu kelelawar merupakan binatang hama yang sering merusak buah yang telah matang.

25. Hama pada Tanaman Manggis
Hama yang sering menyerang tanaman manggis adalah ulat berbulu. Ulat ini menyerang daun yang masih muda. Serangga pengisap Helopelthis antonii sering menusuk buah yang masih muda sehingga menyebabkan getah kuning ke luar dari kulit buah dan bagian dalam buah.

26. Hama pada Tanaman Melon
Hama yang masih mengancam tanaman melon adalah kutu kuning (Myzus persicae). Kutu ini menyerang daun melon sehingga bergulung ke bawah, terutama pada musim kemarau. Kutu kuning merupakan vektor mosaik yang paling ditakuti petani. Kutu hijau (Aphis gossypii), tungau merah (Tetranychus sp.), dan oteng – oteng (Epilachna sp.) menjadi hama melon seperti pada semangka. Hama ini dapat diatasi dengan menyemprotkan Temaron 0,2%

27. Hama pada Tanaman Nangka
Hama yang sering menyerang tanaman nangka adalah lalat buah Dacus dorcalis dan Dacus Umbrosus yang menyebabkan buah nangka menjadi busuk. Kutu putih sering tampak pada daun muda dari bibit nangka. Hama ini mudah diatasi dengan semprotan Buyrusil 0,2%.

28. Hama pada Tanaman Pepaya
Hama yang sering menyerang tanman pepaya pada musim kemarau adalah tungau merah Tetranychus kansawai dan kutu daun berwarna kuning Myzus persicae. Kutu daun inilah yang menjadi vektor dan penyebar virus keriting (mosaik).

29. Hama pada Tanaman Pisang
Hama yang sering menyerang tanaman pisang cukup banyak, diantaranya adalah lalat buah Nacoleia octasema Meyr dan terkadang lalat buah Dacus musae yang lebih ganas. Hama ini menyerang pentil buah hingga menimbulkan bekas tusukan yang disebut burik (scab).

30. Hama pada Tanaman Rambutan
Ulat daun Tarsolepis sommeri sering merusak bunga dan daun yang baru trubus, terutama saat musim kemarau menjelang musim hujan. Kutu putih Pseudococcus lilacinus sering menyelinap diantara bulu rambutan sehingga buah tampak kotor hitam. Insektisida dapat mengatasi hama tersebut. Namun, penyemprotan insektisida saat buah mendekati merah (matang) sangat berbahaya karena mengakibatkan residu.

31. Hama pada Tanaman Salak
Hama yang sering menyerang tanaman salak adalah kutu wol (putih) atau Cerataphis
sp. yang bersembunyi di sela – sela buah. Selain itu, kumbang (uret) atau Omotemnus sp.. sebagai penggerek tunas. Tupai dan tikus juga menjadi hama yang menjengkelkan. Hama ini dapat diatasi dengan Furadan 3 G dan semprotan insektisida Tamaron 0,3%.

32. Hama pada Tanaman Sawo
Hama yang sering menyerang tanaman sawo adalah lalat buah (Dacus dorsalis) yang menyerang buah. Hama pengisap cairan buah ini menyebabkan buah mengeras atau timbul endapan putih dalam buah. Mutu buah akan menurun bila terserang hama ini. Hama lain adalah penggerek cabang (Niponoclea albata) yang melubangi cabang atau ranting tanaman sawo hingga cabang mati.

33. Hama pada Tanaman Semangka
Hama yang sering menyerang tanaman semangka adalah kutu kuning (Myzus persicae), kutu kapas (Aphis gossypii), dan oteng – oteng (Epilachna puntata). Lalat buah (Dacus sp.) merupakan hama yang harus diberantas karena sering menusuk bunga dan pentil buah hingga mengalami keguguran.

34. Hama pada Tanaman Sirsak
Hama yang sering menyerang tanaman sirsak adalah kutu kapasatau kutu dompol yang berwarna putih. Kutu- kut ini sering menyerang tanaman muda sdan buah sirsak (berada disela – sela duri), terutama pada amusim kemarau. Hama yang menyerang batang sirsak adalah penggerek batang dan buah (Heterigraphis sp.), ulat daun Meganoton rufescens BTL, dan ulat daun berkepala besar Papilio agamemnon L. Ulat daun Meganoton (ulat keket) sering menggunduli seluruh daun dalam waktu singkat. Hama – hama ini dapat diatasi dengan semprotan insektisida Tamaron 0,2%.

35. Hama pada Tanaman Sukun
Hama yang sering menyerang tanaman sukun adalah penggerek batang (Xycleberus sp.) dan lalat buah (Dacus sp.). Serangan Hama penggerek dapat mematikan pohon. Oleh karena itu, bila ada serangan haru segera diberantas.

36. Hama pada Tanaman Anggur
Hama yang serinmg menyerang akar tanaman anggur adalah kutu bengkak akar Phylloxera vitifolia yang dapat diatasi dengan Furadan 3 G. Kutu atau tungai merah Tetranychus sp. dan hama gurem Thrips sp. menyebabkan daun berkeriput melengkung ke bawah. Pada musim kemarau, hama tersebut menyerang hebat pada daun. Insektisida, misalnya Diazinon 0,2% dapat mengatasi serangannya. Pada malam hari, kumbang daun berwarna hitam (Apogonia destructor) mengilat dapt merusak daun tanaman anggur.

37. Hama pada Tanaman Mangga
Hama yang sering menyerang tanaman mangga adalah penggerek batang (Cryptorrhynchus sp.) dan kumbang cicade (Idiocerus niveosparus). Serangga hama pengisap Idiocerus sangat merusak bunga mangga hingga berguguran. Jumlah bunga betina rendah dengan pembuahan oleh tepung sari yang lemah. Serangan serangga (wereng) menyebabkan produksi mangga rendah. Hama ini dapat diatasi dengan semprotan insektisida sistemik Tamaron 0,2%.

38. Hama pada Tanaman Alpukat
Hama yang sering menyerang tanman alpukat adalah ulat daun Sania insularis dan penggerek cabang Rhynchites lauraceae Voth. Adakalanya lalat buah menyerang buah muda dan penggerek batang menggerek ujung – ujung cabang hingga ujung cabnag menjadi kering.

39. Hama pada Tanaman Markisa
Hama yang sering menyerang tanman markisa lalat buah Dacus dorsalis dan nematoda bengkak akar yang disebabkan oleh Meloidogyne incognita. Kutu daun kuning Myzus persicae dan kutu putih Aphis gossypii sering terdapat pada daun. Hama ini dapat diatasi dengan semprotan insektisida Tamaron 0,2%.

40. Hama pada Tanaman Nanas
Hama yang sering menyerang tanaman nanas adalah kutu merah, kutu sisik (Diaspis bromeliae Kerner), kutu tepung atau kutu putih (Dysmicoccus brevipes), binatang kaki seribu (Scutigerella immaculata Newp), dan nematoda Pratylenchus yang menyebabkan terjadinya bintil – bintil pada akar. Tanaman yang terserang kutu daunnya akan keriput dan pucat.

41. Hama pada Tanaman Temuireng
Hama sering yang menyerang Temuireng adalah adalah hama daun dan penggerek batang. Penanggulangannya dengan menyemprotkan insektisida sesuai dengan tingkat penyerangan.

42. Hama pada Tanaman Jeruk
Hama yang sering menyerang tanamana jeruk adalah hama penggerek daun (hama miner) Phyllocnitis citrella, penggerek buah (belatung) Citripestis sagittiferella, kutu wol yang mengeluarkan cairan madu, dan kutu hitam yang menyerang daun muda Toxoptera citricidus.
Serangga Diaphorina citri merusak daun muda dan menjadi vektor CVPD sehingga mudah menyebarkan virus ke tanaman lain. Serangga ini tidak tahan terhadap suhu rendah (dataran tinggi) dan merupakan musuh alami bagi parasit Tetrasychus radiatus.
Serangga Triozae erythreae merupakan vektor virus greening (lekubin) yang tahan terhadap suhu dingin. Gejala serangnnya sama dengan CVPD, yakni daun tebal kaku, urat daun utama menonjol dan timbil warna kuning atau klorosis, serta timbul noda – noda pada daun (blotching).

Iklan

19 comments on “HAMA – HAMA PADA TANAMAN BUDIDAYA

  1. bagai mana kami memperoleh pebtisida swlvelkcolstof karena di tempat saya banyak kali pohon pala yang mati sampai saat ini tidak ada pihak yang berkopenten membantu kami sehingga kami bisa meningkatkan lagi produksi pala kami

    • maaf…,

      posting ini adalah salah satu tugas saya dari guru biologi saya…

      jadi, saya belum bisa memberi tahu tentang apa yang anda tanyakan lebih lanjut…,

      tapi, apakah anda tidak menemukan pestisida tersebut di toko pestisida di daerah anda?

  2. Kenapa anda tidak mencoba pestisida nabati?…
    saya cm numpang lwt krn ternyata daun sirsak bs sbg pestisida nabati pd tanaman nangka…

  3. Hiya, I’m really glad I’ve found this info. Nowadays bloggers publish only about gossips and web and this is actually annoying. A good site with exciting content, this is what I need. Thank you for keeping this web site, I will be visiting it. Do you do newsletters? Can’t find it.

  4. Hello just wanted to give you a quick heads up. The text in your content seem to be running off the screen in Opera. I’m not sure if this is a format issue or something to do with internet browser compatibility but I figured I’d post to let you know. The layout look great though! Hope you get the problem fixed soon. Cheers

  5. I believe this is among the such a lot important information for me. And i am happy studying your article. However should observation on some basic issues, The web site style is ideal, the articles is truly excellent :D. Excellent process, cheers.

  6. Undeniably believe that which you said. Your favorite justification appeared to be on the net the simplest thing to take note of. I say to you, I certainly get irked while other folks think about worries that they just do not realize about. You controlled to hit the nail upon the highest as well as defined out the whole thing with no need side-effects , people could take a signal. Will probably be back to get more. Thanks!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s